Minggu, 19 September 2021

Era kerajaan nusantara (kerajaan islam)

 Kerajaan Samudera Pasai

Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Letaknya di daerah Lhokseumawe, pantai timur Aceh. Raja-rajanya adalah Sultan Malik as-Saleh, Sultan Muhammad yang bergelar Malik Al-Tahir (1297-1326), Sultan Akhmad yang bergelar Malik Az Zahir (1326-1348) dan Zainal Abidin. Pada pertengahan abad ke-15 Samudra Pasai mengalami kemunduran karena diserang oleh Kerajaan Aceh.

Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1514. Aceh bekembang pesat setelah Malaka dikuasai Portugis. Para pedagang Islam memindahkan kegiatan berdagang dari Malaka ke Aceh. Aceh mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1635). Karena menjadi pusat agama Islam, Aceh sering disebut Serambi Mekah.

Kerajaan Demak

Kerajaan Demak terletak di pantai utara Jawa Tengah, didirikan Raden Patah pada tahun 1478. Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Demak menjadi pusat kegiatan Wali Songo. Raden Patah mempunyai putera bernama Adipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak menyerang Sunda Kelapa, Banten, dan Cirebon. Ketiga daerah dapat direbut tahun 1526. Ketika menyerang Panarukan, Sultan Trenggono tewas dalam pertempuran.

Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung. Beliau banyak berjasa dalam bidang kebudayaan dan agama. Beliau mengarang Serat Sastra Gending yang berisi filsafat Jawa, menciptakan penanggalan tahun Jawa, dan memadukan unsur Jawa dan Islam, seperti penggunaan gamelan dalam perayaan Sekaten untuk memperingati Maulud Nabi.

Kerajaan Banten

Banten dikuasai Demak setelah direbut Falatehan. Kerajaan Banten dipimpin putra Falatehan yang bernama Hasanuddin. Dia berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tahun 1527. Di bawah pemerintahannya, Banten menyebarkan agama Islam ke pedalaman Jawa Barat. Selain itu, Banten berhasil menguasai Lampung. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682).

Kerajaan Gowa-Tallo (Makasar)

Kerajaan Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1605, agama Islam masuk ke kerajaan Gowa-Tallo melalui seorang ulama dari Minangkabau bernama Dato ri Bandang. Karaeng Tunigallo adalah raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Gelar Karaeng Tunigallo adalah Sultan Alauddin. Kerajaan Gowa Tallo mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hassanuddin (1653-1669).

Kerajaan Ternate dan Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore letaknya berdekatan. Keduanya menganut agama Islam sejak abad ke-16. Ajaran Islam dibawa oleh para pedagang dari Malaka dan Jawa. Raja-rajanya antara lain Zainal Abidin (1486-1500), Sultan Baabullah, Sultan Hairun, dan Sultan Nuku. Kerajaan-kerajaan lain di sekitar Ternate seperti kerajaan Tidore, Bacan, dan Jailolo mengikuti Ternate memeluk agama Islam. Raja-rajanya memakai gelar sultan dan nama-nama Arab.

Minggu, 12 September 2021

Kerajaan Hindu Budha.

 1. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya menjadi salah satu kemaharajaan bahari yang terbesar dan pernah ada di Pulau Sumatera. Selain itu, kerjaaan ini juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap Nusantara karena memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas.

2. kerajaan singosari

Kerajaan Singosari atau seringkali beberapa orang menuliskannya Singasari atau ada juga yang Singosari adalah salah satu kerajaan yang ada di wilayah Jawa Timur dan didirikan oleh Ken Arok.

3. Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit sendiri merupakan salah kerajaan Hindu Budha yang terakhir yang bisa menguasai Nusantara. Selain itu, kerajaan ini juga dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di dalam sejarah Indonesia.

4. Kerajaan Kadiri

Ada beberapa orang yang menyebutkan jika Kadiri adalah kerajaan Kediri atau ada juga yang menyebutkannya dengan nama Panjalu. Ini adalah salah satu kerajaan yang ada di Jawa Timur dan sudah ada sejak abad 10.









Minggu, 05 September 2021

Prasejarah

 Penggolongan manusia purba:

Pithecantropus Erectus, artinya manusia yang berjalan tegak seperti kera.

Meganthropuis Paleojavanicus, ditemukan tahun 1941. Jenis tersebut lebih besar dibandingkan Pithecantropus Erectus.

Homo Soloensis dan Homo Wajakensis (manusia dari Solo) ditemukan tahun 1931-1934. Ciri-cirinya setingkat lebih tinggi dari Pithecantropus Erectus.

Penggolongan zaman batu:

Zaman Paleolithikum, (zaman batu tua) masa dimana peralatan terbuat dari batu yang masih kasar dan sudah mengenal api.

Zaman Mesolithikum, peralatan terbuat dari batu yang masih kasar dan beberapa yang terbuat dari batu yang diperhalus.

Zaman Neolithikum (zaman batu muda). Terdapat revolusi manusia, tidak bergantung pada alam dan berusaha menghasilkan makanan sendiri serta membangun rumah.

Zaman Megalithikum (zaman batu besar). Kebudayaan manusia yang mulai religius, menghasilkan alat-alat seperti menhir yakni tugu untuk menghormati roh nenek moyang.

Zaman logam:

Kapak corong, tangkainya berbentuk corong.

Nekara, yaitu genderang ketel atau nobat  bentuknya semacam berumbung yang terbuat dari perungggu.

Arca perunggu (patung), dapat berupa manusia dan binatang.

Bejana perunggu. Berbentuk periuk, namun langsing dan gepeng. Terdapat gambar yang indah seperti gambar geometri.

Perhiasan perunggu, sangat beragam bentuknya. Contohnya kalung, gelang tangan dan kaki, bandul kalung, dan cincin yang terbuat dari perunggu.

Manik-manik, juga berasal dari masa perunggu. Digunakan sebagai bekal kubur sebagai corak istimewa.

Kolonialisme Belanda

Kemerdekaan yang dapat diraih oleh rakyat Nusantara tentu tidak pernah jauh dari cerita berbagai perjuangan para pahlawannya. Sejarah lepasn...